Pengguna macOS di RI Paling Sering Diserang Malware

Pengguna macOS di RI Paling Sering Diserang Malware Ilustrasi malware. (AFP PHOTO / DAMIEN MEYER)

Jakarta, CNN Indonesia — Kaspersky mencatat Indonesia menjadi negara yang paling sering mengalami serangan malware di sistem operasi macOS dalam iMac hingga MacBook sepanjang 2019.

Indonesia menempati peringkat teratas di antara negara-negara Asia Tenggara dengan jumlah deteksi 16,7 persen. Diikuti oleh Filipina 15,8 persen dan Malaysia 14,6 persen, Thailand 10,3 persen persen. Vietnam berada di peringkat kelima dengan angka 9,6 persen, Singapura berada di posisi terakhir dengan angka 6 persen.

“Platform macOS adalah sumber pendapatan menjanjikan bagi para pelaku kejahatan siber, yang terus- menerus mencari cara baru untuk mengelabui pengguna, dan secara aktif menggunakan teknik rekayasa sosial untuk menyebarkan malware mereka,” ujar Analis Keamanan Kaspersky, Anton Ivanov dalam keterangan resmi, Rabu (29/1).

Serangan ini diakibatkan oleh malware yang dinamakan Shlayer. Malware ini masih satu keluarga dengan virus trojan. Sepertiga serangan siber ke macOS berasal dari Shlayer dengan angka 29,28 persen.

Proses infeksi sering terdiri dari dua fase, pertama pengguna menginstal Shlayer, kemudian malware menginstal jenis adware yang dipilih. Namun infeksi perangkat, dimulai dengan pengguna yang tanpa sadar mengunduh program berbahaya.

Untuk mencapai instalasi, aktor ancaman di belakang Shlayer membuat sistem distribusi malware dengan sejumlah saluran yang mengarahkan pengguna untuk mengunduh malware.

Shlayer ditawarkan sebagai cara untuk memonetisasi situs web di sejumlah file program mitra, dengan pembayaran relatif tinggi untuk setiap instalasi malware yang dilakukan oleh pengguna.

Kaspersky mencatat saat ini terdapat 1.000 situs mitra yang mendistribusikan Shlayer. Skema ini diawali saat pengguna atau korban mencari episode serial TV atau pertandingan sepak bola dalam situs.

Iklan dalam situs akan mengarahkan mereka ke halaman pembaruan Flash Player palsu, dari sinilah korban akan mengunduh malware. Untuk setiap instalasi semacam itu, mitra yang mendistribusikan tautan ke malware menerima pembayaran per pemasangan.

Hampir semua situs web yang mengarah ke Flash Player palsu berisi konten dalam bahasa Inggris. Berikut adalah negara-negara peringkat teratas di mana pengguna telah dipengaruhi ancaman tersebut, Amerika Serikat (31 persen), Jerman (14 persen), Prancis (10 persen) dan Inggris (10 persen).

Belajar dari Teknologi Drone Pencabut Nyawa ala Trump ke Iran

Belajar dari Teknologi Drone Pencabut Nyawa ala Trump ke Iran Presiden AS Donald Trump. (Foto: SAUL LOEB / AFP)

Jakarta, CNN Indonesia — Amerika Serikat membuka 2020 dengan sebuah aksi yang mengejutkan dunia. Pada Jumat pagi, 3 Januari 2020, militer AS menggunakan drone kombatan MQ-9 Reaper melancarkan serangan ke Bandara Sulaimaniyyah di Irak.

Sasarannya, rombongan Jenderal Militer Iran Qasem Soleimani.

Drone MQ-9 Reaper berhasil menuntaskan tugasnya menghabisi sang Jenderal. Jasad sang jenderal yang sudah berulang kali lolos dari upaya pembunuhan itu ditemukan hancur berkeping-keping.

Sebuah gambar mengerikan yang beredar di media Iran menunjukkan cincin pada potongan tangan diduga milik Qasem Soleimani yang bersimbah berdarah, dan memiliki kemiripan yang kuat dengan cincin merah delima yang dikenakan olehnya pada foto lain.

Menurut laporan Arab News, drone itu berangkat dari markas AS yang berlokasi di Qatar, yaitu pangkalan udara dan militer Al Udeid. Misil yang dipakai adalah Hellfire R9X Ninja. Drone Reaper itu memiliki jangkauan 1.850 km dan bisa terbang di ketinggian 15 ribu meter.

Drone ini buatan General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI) yang berbasis di AS, negara dipimpin Presiden Donald Trump tersebut. Perusahaan ini mencatatkan sahamnya di pasar modal Wall Street New York.
Mengutip CNNIndonesia.com (8/1), drone kombatan MQ-9 Reaper ini difungsikan militer AS untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian. MQ-9 memiliki spesialisasi untuk melakukan misi kombatan termasuk serangan ke target.

GA-ASI telah mengembangkan drone MQ-9 sejak 2001 tersebut yang memang ditujukan sebagai alat kombatan dengan memiliki ketahanan yang tinggi dan mampu terbang di ketinggian yang maksimal.

Kata ‘Reaper’ sendiri dapat diartikan sebagai pencabut nyawa. MQ-9 mampu mengangkut beban hingga 1,701 kilogram (3,750) pon) . MQ-9 dapat membawa enam senjata, sebuah MQ-9 saat membawa 1000 kilogram senjata dengan 1000 kilogram bahan bakar mampu terbang hingga 42 jam.

MQ-9 biasa disenjatai oleh rudal AGM-114 Hellfire hingga bom GBU-12 Paveway II. Nama terakhir membutuhkan panduan laser untuk menuju target.

MQ-9 tak hanya digunakan oleh Amerika Serikat, tapi juga digunakan oleh beberapa negara di seluruh dunia. MQ-9 digunakan oleh Australia, Jerman, Prancis, India, Italia, Belanda, Spanyol, Belgia, hingga Britania Raya.

Sepak terjang dari Drone Pencabut nyawa ini seperti menegaskan perang di masa sekarang dan akan datang kian didominasi oleh kekuatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan konsep seperti Network Centric Warfare (NCW) dan kemampuan peperangan siber (Cyber Warfare) pada platform persenjataan.

Perpaduan antara teknologi dan konsep operasi perang yang inovatif inilah sesungguhnya merupakan pengertian paling mendasar dari apa yang kemudian disebut sebagai Revolution in Military Affairs (RMA), yang bertumpu pada kecanggihan teknologi.

Belajar dari Aksi Drone 'Pencabut Nyawa' ala Trump ke IranDuka di Iran saat acara penyambutan jenazah Qasem Soleimani.(Morteza Jaberian/Mehr News Agency via AP)

Ini seperti menegaskan, sebuah negara memiliki banyak aset persenjataan fisik, seperti pesawat tempur ataupun peluru kendali tidak dengan sendirinya menjamin memiliki kekuatan daya tangkal, tanpa diimbangi kemampuan mengeksploitasi konsep-konsep perang yang inovatif dan kreatif.

Apalagi, Next Generation Threat diprediksi akan banyak berasal dari Chemical, Biological, Radiological (CBR), drone, cyber, dan maritim.

Tentunya ini menjadikan penguasaan teknologi seperti kecerdasan buatan, machine learning, Autonomous System, dan robotik menjadi sebuah keharusan.

Elang Hitam

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Sebuah kabar gembira tersiar jelang tutup 2019.

Konsorsium yang terdiri dari Kementerian Pertahanan RI yaitu Ditjen Pothan dan Balitbang, BPPT, TNI AU (Dislitbangau), Institut Teknologi Bandung/ITB (FTMD), BUMN melalui PT Dirgantara Indonesia (DI) serta PT Len Industri, dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memperkenalkan Pesawat Udara Nirawak alias drone, tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) yang biasa disebut Puna Male.

Wahana yang diyakini mampu terbang tanpa henti selama 24 jam ini memiliki pengendalian multiple UAV secara bersamaan.

BPPT mengatakan bahwa Puna Male merupakan inovasi karya anak bangsa karena hasil rancang bangun, rekayasa, dan produksi dilakukan sendiri. Proses perancangan dimulai dengan kegiatan preliminary design, basic design dengan pembuatan dua kali model terowongan angin dan hasil ujinya pada 2016 dan 2018.

Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P.S. Brodjonegoro menamai Puna Male ini dengan nama Elang Hitam (Black Hawk).
.
Pada 2019 lalu telah dilakukan pula pengadaan Flight Control System (FCS) yang diproduksi di Spanyol.Rencananya FCS ini akan diintegrasikan di awal 2020, pada prototipe Puna Male pertama (PM1) yang telah dibuat oleh para insinyur BPPT dan PT Dirgantara Indonesia.

Sebanyak dua unit prototipe pun akan dibuat pada 2020 yang direncanakan untuk diterbangkan dan uji kekuatan struktur di BPPT.

Sementara untuk proses sertifikasi produk militer, dimulai tahun ini dan diharapkan sudah mendapatkan sertifikat tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan RI (IMAA) pada akhir 2021.

Pengintegrasian sistem senjata pada prototype Puna Male ini juga akan dilakukan mulai 2020 dan diharapkan pula mendapatkan sertifikasi tipe produk militer pada tahun 2023.

Tipe ini rencananya akan dipersenjatai rudal dan mampu terbang selama 24 jam nonstop dengan ketinggian jelajah hingga 23.000 ft.

Untuk merealisasikannya, pemerintah pun membentuk konsorsium yang beranggotakan BPPT, Kemhan dan TNI AU sebagai pengguna, ITB sebagai mitra perguruan tinggi, PT Dirgantara Indonesia sebagai mitra industri pembuatan pesawat, serta PT LEN (Persero) yang mengembangkan sistem kendali dan muatan.

Program unggulan Male Kombatan sengaja dirancang untuk memperkuat terjadinya transfer teknologi kunci serta menghidupkan industri nasional pendukung Tier 2, Tier 3 dan seterusnya.

Program Male Kombatan ini disinergikan dengan proses pengadaan yang tengah berlangsung di Kemhan,  tentunya untuk dapat memaksimalkan manfaat dari proses tersebut.

 

Belajar dari Aksi Drone 'Pencabut Nyawa' ala Trump ke IranIlustrasi drone. (Foto: northropgrumman.com)

Industri Pertahanan Baru

Muaranya adalah pembangunan industri pertahanan baru yang akan berdampak pada peningkatan pergerakan roda perekonomian nasional.

Catatan penting dari semua proses ini adalah terkait kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang harus diposisikan sebagai kebijakan strategis.

Tentunya kebijakan ini harus dijalankan secara konsisten untuk menghasilkan teknologi kunci pendukung Male seperti teknologi-teknologi Flight Control System yang mampu untuk Auto Take-Off Auto Landing (ATOL), Mission System, Weapon-platform integration dan Teknologi Komposit, Radar SAR. Selain itu juga mampu untuk menjalankan Inertial Navigation System (INS), Electro-Optics Targeting System (EOTS) serta Guidance System.

Ingat, teknologi kunci itu tidak diberikan oleh negara maju, sehingga penguasaan di industri pendukung tentunya harus diupayakan sendiri.

Khusus untuk Elang Hitam versi Kombatan, sebaiknya konsorsium mengajak pemain industri pertahanan lokal seperti Pindad dan Dahana untuk mulai memikirkan rudal yang ideal bagi drone ini.

Pengembangan Elang Hitam ini tentunya membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan di sektor transportasi dan pertahanan agar produk ini benar-benar bisa memberikan efek nilai tambah bagi perekonomian, penguasaan teknologi, dan ketahanan nasional.

Tentunya, kondisi geopolitik yang cepat berubah membutuhkan Elang Hitam segera terbang tinggi mengangkasa. (asa)

8 Tips Memotret Kembang Api Pakai HP

8 Tips Memotret Kembang Api Pakai HP
LihJakarta, CNN Indonesia — Pesta kembang api adalah salah satu momen menarik yang tak ingin dilewatkan saat menunggu malam pergantian tahun. Berikut sejumlah tips untuk memotret kembang api dengan handphone (hp).

Semburat kembang api dengan beragam bentuknya memang menjadi salah satu objek menarik untuk diabadikan malam ini.

1. Stabilkan kamera

Lensa kamera perlu membuka lensa lebih lama jika memotret pada malam hari. Akibatnya, gambar bisa tak fokus jika kamera tak stabil.

Untuk stabilkan kamera, gunakan tripod. Jika tak punya tripod, tumpukan tongkat selfie sebagai ke tempat yang stabil seperti tanah atau tembok. Namun, mengambil gambar dengan monopod seperti tongkat selfie tentu masih berpotensi bergoyang lantaran tak sekokoh tripod.

Jika tak ada tongkat selfie, maka bisa diusahakan dengan menaruh ponsel di tempat datar dan posisinya cukup tinggi dari mata pemotret agar atraksi kembang api bisa terlihat dengan baik.

2. Mode Landscape

Kamera smartphone biasanya dilengkapi dengan beberapa mode memotret. Pilihan menu otomatis yang bisa dipilih diantaranya mode Landscape.

Pada menu di kamera, pilih menu mode landscape yang biasa digunakan untuk memotret pemandangan. Ketika mode ini diaktifkan, maka lensa kamera smartphone bakal menyetel fokus pada jarak tak terhingga. Fungsinya, agar dimanapun kembang api muncul di langit, semua jarak bisa jelas terpotret.

Sebab, ketika kamera diarahkan pada langit malam yang kelam, ia akan kebingungan menempatkan fokus. Sebab, lensa kamera tak menemukan objek apapun.

Opsi lain dengan mengaktifkan mode kembang api atau fireworks pada pilihan menu kamera.

3. Turunkan ISO

ISO adalah tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Turunkan ISO ke angka 100 atau lebih rendah. Untuk menurunkan pengaturan ISO bisa didapat pada menu manual di kamera.

Penurunan ISO dilakukan agar hasil foto tak kelebihan cahaya atau overexposure, seperti dikutip dari Techlicious.

Lantaran cahaya kembang api cukup cerah, sehingga cukup dengan ISO rendah sudah bisa menangkap cahaya tersebut.

4. Perpanjang exposure

Jika sudah mengaktifkan mode manual, pengguna bisa memperpanjang waktu bukaan lensa dengan mengatur lama shutter speed.

Biasanya pengaturan ini dilambangkan dengan huruf S yang disertai dengan angka 1/2500, 1/4, 1.6, dan seterusnya. Angka ini menunjukkan berapa detik lensa kamera akan membuka. Jika ada mode burst pada menu kamera, gunakan. Pada dasarnya mode ini merekam gambar dengan 1-3 detik.

Coba memotret dengan berbagai kecepatan shutter hingga mendapat foto yang diinginkan. Makin lama bukaan lensa, maka makin panjang garis cahaya yang akan dihasilkan.

5. Mode otomatis lain

Jika pusing dengan pengaturan manual, coba cari pengaturan otomatis di aplikasi ponsel seperti Live Photos untuk iPhone, Light Painting, atau Night Mode.

6. Matikan blitz

Untuk memotret kembang api tak perlu menyalakan blitz alias flash. Sebab, lokasi kembang api itu jauh dari jangkauan cahaya blitz. Jadi, memakai blitz pun tak ada guna.

7. Rekam video

Jika kesulitan menangkap momen yang tepat, rekam saja lewat video. Nanti, hasil rekaman ini bisa dipotong sesuai momen foto yang diinginkan. Terutama jika kamera ponsel bisa merekam gambar 4K, tinggal potong satu frame video jadi foto 8 MP yang masih cukup tajam untuk di unggah ke Instagram, seperti dikutip dari Wired.

8. Pilih lokasi

Pilih lokasi yang akan jadi tema foto. Apakah akan menggunakan tema industrial, urban, atau di alam. Tema ini bisa membantu Anda menentukan dimana akan menikmati pesta kembang api sembari memotret. Sebab, lingkungan sekitar bisa mendukung suasana foto yang ingin ditampilkan sembari memotret kembang api. (eks)

Bahaya Nonton Film di Situs Bajakan seperti IndoXXI

Bahaya Nonton Film di Situs Bajakan seperti IndoXXI Ilustrasi menonton (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC Pratama Persadha mengatakan bahaya yang mengintai ketika masyarakat menonton atau mengunduh film bajakan dari situs film bajakan seperti IndoXXI. Menurutnya, situs-situs film ilegal itu berpotensi menyusupkan malware ke perangkat pengguna.

Ia membeberkan bahaya ini muncul ketika pengguna diarahkan untuk mengklik tautan tertentu sebelum film dapat diunduh atau ditonton. Tautan ini menurutnya berupa notifikasi berupa alamat situs yang mengarahkan mereka untuk bisa melihat konten film tersebut.

“Terkadang kita dipaksa untuk menerima apapun supaya bisa melihat kontennya [film bajakan]. Akhirnya demi hal itu kita mengorbankan device [perangkat ponsel, laptop] kita terinfeksi malware atau virus,” kata Pratama saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/12).

Pengamat keamanan siber lain, Alfons Tanujaya dari Vaksin.com malware biasanya menyerang sistem Codec atau Plugin. Codec merupakan sebuah jenis file yang digunakan untuk memainkan file audio atau video yang memiliki format lain seperti avi, 3gp, dan lainnya.

Codec juga bisa disebut sebagai compressor-decompressor atau coder-decorder. Jika masyarakat tidak menginstal sistem ini, maka mereka tidak dapat menikmati film yang telah diunduh.

“Biasanya di Codec atau Pluginnya [disusupi malware], waktu ingin menonton film sering diminta instal macam-macam. Jadi, kalau tidak instal Codec atau Plugin maka tidak bisa unduh atau melihat film bajakannya,” tutur Alfons.

Pratama pun sempat menyinggung tindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memblokir situs menonton film streaming, IndoXXI. Menurut dia, pemblokiran bukan satu-satunya jalan keluar yang mesti ditempuh.

Namun, proses edukasi terkait Hak Kekayaan Intelektual juga wajib diperkuat.

“Di era siber, sebenarnya lebih mudah untuk mengetahui mana yang asli dan bajakan, mana yang lebih dulu membuat sebuah karya dan mana yang menjiplak. Secara umum, di wilayah siber ini memang banyak terjadi pembajakan karya,” pungkas Pratama.
“Kita jangan jadi negara pembajak harus jadi inovatif dan kreatif […] Memang negara ini bisa maju dengan bajak bajakan?” tuturnya saat ditemui wartawan di Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin (23/12) kemarin.Di sisi lain, Menkominfo Johnny G. Plate meminta Indonesia tidak menjadi negara pembajak. Hal ini diungkap menanggapi pertanyaan terkait penghapusan situs streaming dan pengunduhan film bajakan IndoXXI.

Menurut Johnny, Indonesia mesti mengembangkan kreativitas dan inovasi di dalam negeri. Ia pun mendorong agar produksi film bagus ditingkatkan. Sebab, tingginya angka pembajakan menurut Johnny bakal membuat Indonesia masuk dalam daftar negatif negara lain. (din/eks)

JAKI, Aplikasi Warga Jakarta untuk Pantau Bencana dan Layanan

 

 

Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja meluncurkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) yang dikembangkan melalui Unit Pengelola Jakarta Smart City. JAKI diproyeksikan menjadi city-apps, one-stop service untuk warga yang hidup dan beraktivitas di Jakarta.

Aplikasi yang dikenalkan pada 27 September 2019 itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi dan mengintegrasikan seluruh layanan masyarakat. Dengan kata lain, JAKI menjadi aplikasi pusat informasi dan layanan berbagai kebutuhan di Jakarta.

“JAKI didesain untuk memudahkan hidup semua orang yang beraktivitas di Jakarta. Pemprov DKI sadar betul bahwa kota ini bukan hanya milik warganya yang lahir, tumbuh, dan menetap, tetapi juga warga dari kota tetangga yang ikut berkontribusi memajukan perekonomian ibu kota,” ujar pihak Pemprov DKI Jakarta dalam keterangan tertulisnya.

Berikut daftar fitur fase pertama JAKI:

1. JakWarta
Fitur ini menyajikan berita resmi langsung dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Informasi yang disajikan pun terkini dan dalam teknologi geo-tagging atau penandaan geografis.

2. JakISPU
JakISPU menyajikan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan terintegrasi dengan sensor udara milik Dinas Lingkungan Hidup Jakarta secara real-time. Sensor terletak di seluruh kotamadya, sehingga warga bisa langsung mengecek kualitas udara sesuai lokasinya.

3. JakSurvei
Fitur ini memungkinkan warga untuk menilai kinerja pemerintah Jakarta, serta ikut berpartisipasi dalam survei mengenai kebijakan, fasilitas, atau jajak pendapat resmi.

4. JakSiaga
Fitur JakSiaga difungsikan untuk pengaduan darurat dan tersedia daftar nomor-nomor penting untuk situasi genting seperti Jakarta Siaga 112, tim SAR, pemadam kebakaran.

5. JakLapor
Warga yang terdaftar pada aplikasi JAKI dapat memantau setiap laporan lengkap dengan OPD yang menindaklanjuti laporan tersebut.

6. JakServ
JAKI mengintegrasikan berbagai situs web Pemprov DKI Jakarta yang warga butuhkan.

Pengembangan JAKI fase kedua akan dirilis Desember mendatang dengan empat fitur tambahan. Keempat fitur itu merupakan hasil integrasi dari aplikasi atau layanan daring yang telah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Fitur baru yang akan muncul, yaitu:

1. Pantau Banjir: fitur informasi mengenai tinggi permukaan air, genangan, pompa air, pintu air, dan pos pengamatan di Jakarta
2. Info Pangan: fitur informasi harga komoditas pangan harian yang terintegrasi dengan data PD Pasar Jaya
3. Tracking Laporan: fitur pemantauan progres tindak lanjut laporan dari berbagai kanal aduan
4. Feedback Warga: warga dapat memberikan penilaian terhadap hasil tindak lanjut laporan

Selain menyediakan aplikasi, dengan semangat mewujudkan Jakarta 4.0, JAKI membuka kesempatan untuk warga yang memiliki ide untuk mengembangkan JAKI melalui JAKI Project.

JAKI Project merupakan ajakan kolaborasi Pemprov DKI Jakarta kepada warga yang memiliki ide kreatif atau pengembangan fitur JAKI. Warga dapat menyampaikan ide melalui laman situs web resmi JAKI di jaki.jakarta.go.id.

Aplikasi JAKI atau Jakarta Kini sudah tersedia dan dapat diunduh di Google Play Store. (fef)

10 Tren Teknologi 2019, Mulai dari Asisten Virtual hingga 5G

Liputan6.com, Jakarta – Sama seperti tahun sebelumnya, Ericsson kembali merilis laporan tren teknologi dari Consumer Lab miliknya. Memiliki judul 10 Hot Consumer Trends 2019, laporan ini mewakili prediksi sekitar 34 juta pengguna awal teknologi.

Dalam edisi terbaru ini, Ericsson melakukan evaluasi terhadap pemikiran dan prediksi konsumen tentang teknologi masa depan, seperti kecerdasan buatan, virtual reality, 5G, hingga sistem otomasi.

Berdasarkan laporan ini, teknologi otonom dan yang dapat memprediksi suasana hati pengguna dapat segera memainkan peran lebih besar dalam kehidupan sehari-hari pengguna.

“Bayangkan smartphone yang tidak hanya tahu apa yang kamu lakukan, tapi juga mengenal siapa kamu. Sudah jelas pengguna teknologi melihat masa depan saat perangkat mengenal kita lebih baik dibanding kita mengenal mereka,” tutur Head of Research Agenda Ericsson Consumer & IndustryLab Dr. Michael Bjorn.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai daftar tren teknologi konsumen pada 2019 menurut Ericsson, berikut ini adalah daftar lengkapnya berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Sabtu (22/12/2018).

1. Awarebles

Lebih dari 60 persen pengguna asisten virtual percaya perangkat yang dapat memahami suasana hati mereka akan menjadi populer dalam tiga tahun ke depan.

2. Smart Quarrels (Perdebatan Pintar)

Lebih dari 65 persen pengguna asisten virtual percaya smart speaker akan terlibat perdebatan antara anggota keluarga dalam tiga tahun ke depan.


Aplikasi Mata-Mata Hingga Akses Tanpa Sentuhan

3. Spying Apps (Aplikasi yang Memata-matai)

Ada lebih dari 45 persen konsumen percaya aplikasi yang mereka pakai selalu mengumpulkan data tentang diri mereka. Aksi ini bahkan dilakukan saat aplikasi tidak sedang digunakan.

4. Enforced Agreement (Persetujuan yang Dipaksakan)

Kehadiran cookies yang bertugas mengumpulkan data ternyata dirasa mengganggu oleh 51 persen konsumen.

5. Internet of Skilss

Lebih dari 50 persen pengguna Augmented Reality (AR) atau Virtual Reality (VR) menginginkan aplikasi, kacamata, dan sarung tangan yang dapat memberikan panduan virtual untuk tugas sehari-hari, seperti memasak atau memperbaiki sesuatu.

6. Zero-touch consumption

Kurang lebih setengah dari pengguna asisten virtual mengingkan tagihan dan langganan mereka dapat diperbarui secara otomatis.

Dari Obesitas Mental ke Sistem Otomatis 5G

7. Mental Obesity (Obesitas Mental)

31 persen konsumen dalam waktu dekat akan pergi ke pusat kebugaran pikiran (mind gym) untuk melatih kemampuan berpikirnya. Sebab, pengambilan keputusan sehari-hari kian otomatis.

8. Eco Me

39 persen konsumen menginginkan eco-watch yang dapat mengukur jejak karbon mereka.

9. My Digital Twin (Kembaran Digital)

48 persen pengguna AR atau VR mengingingkan avatar online yang dapat meniru mereka secara tepat. Dengan demikian, mereka dapat berada di dua tempat sekaligus.

10. 5G Automates Society

Sekitar 20 persen pengguna smartphone percaya 5G akan menghubungkan perangkat Internet of Things dengan lebih baik, mulai dari peralatan rumah tangga dan alat pengukuran.

 

Awas, Foto yang Dikirim lewat WhatsApp Bisa Diedit Hacker

Ilustrasi

 

KOMPAS.com – Aplikasi pesan instan WhatsApp dan Telegram memang menggunakan sistem enkripsi sebagai tameng keamanan data. Tapi bukan berarti data yang diterima atau dikirim aman dari peretasan. Periset dari Symantec baru-baru ini mengungkap potensi serangan malware yang bisa menyusup ke perpesanan WhatsApp dan Telegram.

Melalui celah kemanan ini, peretas bisa iseng mengedit data multimedia yakni gambar dan audio. Dengan begitu, gambar yang dikirim tidak akan sama dengan gambar yang diterima meski datanya sama. Misalnya saja, gambar wajah diganti dengan wajah lain atau pengubahan angka di bukti pembayaran dan sebagainya. Menurut Symantec, malware ini masuk melalui ruang penyimpanan eksternal. Ketika data disimpan di penyimpanan eksternal, aplikasi lain bisa mengakses dan memanipulasi data tersebut.

Di WhatsApp, secara default data akan tersimpan di penyimpanan eksternal saat diunduh. Hal yang sama juga terjadi pada Telegram ketika fitur “Save to Gallery” diaktifkan. Dilansir KompasTekno dari Cnet, Selasa (16/7/2019), WhatsApp mengatakan akan menindak lanjuti temuan Symantec tersebut. “WhatsApp telah melihat masalah tersebut dan pertanyaan yang sama tentang dampak penyimpanan perangkat mobile di ekosistem aplikasi,” jelas perwakilan WhatsApp. WhatsApp mengatakan akan memberikan pembaruan software untuk ponsel Android nantinya. Sementara pihak Telegram belum menanggapi masalah ini.

Cara mencegah Ada cara yang bisa dilakukan sembari menunggu pembaruan WhatsApp dan Telegram. Cara pencegahan bisa dimulai dengan mengubah setting penyimpanan. Di WhatsApp, caranya bisa dengan pergi ke menu setting, lalu non-aktifkan pengunduhan otomatis media. Di Telegram, bisa dilakukan dengan cara menon-aktifkan opsi “Save to Gallery”. Tapi menurut WhatsApp, setting tersebut bisa berdampak pada pembatasan gambar yang dibagikan. Banyak aplikasi yang memiliki menu penyimpanan gambar, menyimpan data tersebut ke ruang eksternal agar tetap tersimpan apabila aplikasi dihapus. Aplikasi tiruan Selain menemukan celah keamanan, Symantec juga menemukan aplikasi tiruan Telegram dan WhatsApp di Google Play Store.

Aplikasi tiruan Telegram bernama MobonoGram yang dipromosikan sebagai versi peningkatan Telegram dengan fitur lebih kaya. Aplikasi ini bisa mengarahkan pengguna ke situs web berbahaya dan penipuan. Selain itu, aplikasi ini bisa membuat ponsel lemot dan menguras baterai. Ada pula Whatsgram, aplikasi tiruan WhatsApp yang memiliki ancaman yang sama dengan MobonoGram. Bahkan, pengembangnya pun sama. Symantec menyebut telah memblokir 1.200 aplikasi terkait pengembang tersebut sejak Januari hingga Mei.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Awas, Foto yang Dikirim lewat WhatsApp Bisa Diedit Hacker”, https://tekno.kompas.com/read/2019/07/17/10090057/awas-foto-yang-dikirim-lewat-whatsapp-bisa-diedit-hacker.

7 Teknologi Canggih di Tahun 2017 yang Akan Lebih “Memanjakan” Manusia

      Laju perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang begitu cepat dan pesat, semenjak ditemukannya mesin dan komputer dunia teknologi mengalami perkembangan yang begitu drastis, bahkan bisa dikatakan setiap kita mengedipkan mata dibelahan bumi lain muncul inovasi teknologi terbaru. Cepatnya perkembangan teknologi bahkan kadang tidak terkejar oleh kita, sehingga banyak dari kita yang merasa ketinggalan kemajuan teknologi, dan gaptek pun menghantui kita.

       Begitu pesatnya inovasi terbaru yang ada di dunia teknologi tentu tujuan utamanya membuat manusia lebih mudah dalam mengerjakan sebuah pekerjaan. Dari yang dulunya kita perlu berhari0heri mengirimkan kabar ke seberang pulau melalui surat, kini kita hanya butuh handphone untuk berkomunikasi jarak jauh, bahkan konon suatu saat kita bisa berkunjung ke masa yang akan datang atau masa lalu dengan sebuah mesin waktu.

      Nah, di tahun 2017 ada beberapa teknologi baru yang akan dirilis dan diprediksi bakalan menjadi trend di masyarakat, lalau apa saja teknologi canggih di tahun 2017 yang digadang-gadang akan lebih memanjakan manusia? Inilah diantaranya:

1. AI dan advanced machine learning

Teknologi canggih di tahun 2017 yang pertama ialah AI dan advanced machine learning, teknologi ini sebenarnya bukan penemuan terbaru, melainkan pengembangan dari teknologi yang sebelumnya. Teknologi yang bisa diterapkan di kendaraan mandiri, robot, elektronik untuk konsumen, visual personal assistants, serta smart advisors. 

Teknologi Canggih di Tahun 2017
amazonaws.com

Adapun teknologi ini merupakan pengembangan dari perangkat sebelumnya yaitu AI (Artifficial Intelligent), yang kemudian bernama machine learning. Teknologi ini akan membuat perangkat dan program teknologi lebih canggih, seperti bisa mampu mempelajari, memahami, beradaptasi dan disinyalir bisa beroperasi secara mandiri. Penemuan ini tentu sangat berarti, khususnya di dunia robotic, dan tidak menutup kemungkinan ini  machine learning merupakan benih dari robot yang bisa berkomunikasi dan hidup berdampingan dengan manusia seperti di film-film.

2. Digital twin

Digital twin merupakan penemuan terbaru dibidang teknologi digital, dengan digital twin software akan terlihat lebih dinamis dalam hal fisik dan sistemnya. Sistem kerja teknologi terbaru digital twin ialah mengandalkan data yang disediakan sensor untuk merespon sebuah perubahan, memahami keadaan, dan meningkatkan kinerja. Sistem ini disinyalir bakalan menggantikan ketrampilan sumber daya manusia dan monitoring tradisional dalam hal perencanaan jasa, dan memperbaiki peralatan operasi pabrik.

Teknologi Canggih di Tahun 2017
amazonaws.com

3. Intelligent things

Intelligent things merupakan teknologi terbaru yang akan membantu manusia dalam melakukan beberapa hal, khususnya dalam hal berkendara, sebab teknologi ini bisa memperpediksi jika jarak kendaranmu dengan benda di sekitarnya terlalu dekat. Intelligent things menggunakan AI dan Machine Learning dalam memprediksi terhadap objek lain, Intelligent things juga bisa dipasang di drone dan smart appliances.

Teknologi Canggih di Tahun 2017
forbes.com

4. Teknologi VR dan AR

Teknologi yang bakalan mengalami pembaruan dan bakalan lebih populer ialah Virtual Reality dan Augmented Reality. Sebenarnya kedua teknologi ini sudah ada di beberapa tahun terakhir, namun sampai saat ini kedua teknologi ini masih dalam proses penggembangan, di tahun 2017 ini keduanya mengalami beberapa perbaikan. Menurut gartner, perkembangan dua teknologi ini akan terus mangalami perbaikan hingga sampai pada tahap penyempurnaan, yang diprediksi terjadi pada tahun 2021.

Teknologi Canggih di tahun 2017
pinimg.com

5. Intelligent apps

Teknologi lain yang menggunakan AI dan akan hadir di tahun ini ialah Intelligent apps, salah satu contoh penggunaan intelligent pass ialah pada penggunaan virtual asissten yang akan membuat hidup manusia lebih mudah, nahkan teknologi ini mampu membantu pekerjaan sehari-hari manusia.

Teknologi Canggih di tahun 2017
techstory.id

6. Mobil terbang aeromobil

Teknologi canggih di tahun 2017 selanjutnya ialah mobil terbang atau aeromobil. Aeromobil merupakan perpaduan antara pesawat terbang dengan mobil, jadi kerjanya hampir sama dengan tank ampibi yang bisa di darat dan di laut. Namun untuk aeromobil bisa di darat dan di udara, perpaduan ini mobil dan pesawat ini melahirkan mobil dengan tampilan yang mewah dan fungsi yang bisa dibawa kemana saja tanpa harus takut terjebak macet.

Teknologi canggih di tahun 2017
thegaspol.com

Menurut CEO dari aeromobil, Juraj Vaculik, pihaknya mengatakan bergerak cepat dalam memproduksi dan memasarkan inovasinya tersebut. Dalam wawancara Jurac dengan wartawan CNBC, ia mengatakan jika pada tahun 2017 ini perusahaan aeromobilnya dipastikan sudah bisa mengudara dan siap dipasarkan.

Perpaduan antara mobil dan pesawat ini juga menghasilkan kombinasi yang menarik dengan teknologi canggih yang ada di mobil dan pesawat, dilengkapi dengan sistem aviasi dan auto pilot kendaraan masa depan ini bakalan menjadi primadona. Selain itu, aeromobil juga dilengkapi dengan peredam kejut untuk melakukan take off dan pendaratan di medan kasar.

7. Mobil otonom atau mobil tanpa pengemudi

Mobil tanpa supir sebelumnya sudah diproduksi pada tahun 2016, namun itu masih dalam tahap percobaan dan diproduksi dalam jumlah terbatas. Menurut Boston Consuling Group, teknologi mobil otonom atau tanpa pengemudi, akan mulai menjamur di tahun 2017 dan akan memenuhi perjalanan seluruh kota pada tahun 2040.

ruangselebriti.blogspot.co.id
ruangselebriti.blogspot.co.id

Masa depan manusia terdengar semakin mudah bukan, jika kita masih hidup di 2040 maka tidak menutup kemungkinan kita naik mobil sendirian sambil ditinggal tidur, karena mobil sudah bisa berjalan sendiri secara otomatis. Selain itu masa depan kita juga tidak perlu lagi menggunakan SIM sebagai syarat mengemudi.

Itulah 7 teknologi canggih di tahun 2017 yang akan membuat pekerjaan manusia semakin terbantu dan semakin ringan. Karena hakikat dari ilmu pengetahuan dan teknologi ialah untuk mempermudah kehidupan manusia dan bermanfaat untuk manusia. Bukan untuk merusak tatanan dunia dan bukan juga dijadikan sebagai pembunuh manusia.

Cara Menghilangkan (Blokir) Iklan di Smartphone Android

Cara Menghilangkan (Blokir) Iklan di Smartphone Android

Anda sebagai pengguna ponsel bersistem operasi Android tentu kerap kali pernah menemukan iklan yang tiba-tiba muncul ketika sedang browsing atau hanya sekedar bermain game. Bahkan, pada beberapa jenis iklan yang cukup agresif, ketika kembali ke menu home/awal saja bisa muncul tiba-tiba di layar. Cukup menjengkelkan, bukan?

Berbicara iklan pada aplikasi yang ada di Android ataupun sistem operasi lain tentunya tidak akan berkesudahan. Lantas, bagaimana tips mudah cara memblokir atau menghilangkan iklan di ponsel Android? Secara umum, ada 2 cara untuk menghilangkan iklan di smartphone Android, yakni untuk ponsel yang non-root dan yang sudah diroot.

Device yang sudah diRoot

  1. Cari dan pasang aplikasi bernama AdAway.
  2. Sudah? Sekarang buka dan jalankan AdAway. Nanti Anda akan diarahkan untuk mengunduh beberapa aplikasi pendukung untuk menghapus atau blokir iklan yang ada pada smartphone Android milik Anda.

Device yang Non-Root

Bagi kebanyakan orang, mungkin ini adalah cara paling aman karena untuk melakukan root pada sebuah ponsel Android dibutuhkan pengetahuan khusus jika tidak ingin ponsel Anda malah tidak mau nyala lagi setelah melakukan root. Adapun caranya untuk versi non-root ini adalah sebagai berikut:

  1. Buka Pengaturan/Setting kemudian pilih Aplikasi > Keamanan > Sumber Tidak Dikenali (Aplication > Security > Unknown Sources).
  2. Berikan tanda centang pada kotak yang tersedia dan klik OK untuk mengkonfirmasi jika Anda ingin melakukan perubahan.
  3. Kemudian cari dan pasang aplikasi bernama Ad Block Plus. Lakukan beberapa pengaturan yang dianggap perlu, kemudian selesai.

Sebenarnya ada banyak aplikasi yang mungkin bisa berguna dalam hal blokir-memblokir iklan. Hanya saja, dua contoh di atas adalah yang paling banyak direferensikan.

Iklan sering kali muncul karena “bawaan” dari aplikasi yang kita unduh dan pasang. Dari sinilah aplikasi gratis -salah satunya- memperoleh pendapatan dari free apps mereka. Sebenarnya ada cara yang cukup sederhana untuk memblokir iklan tanpa melibatkan aplikasi apapun. Yakni, dengan mematikan koneksi internet/data. Tapi, cara ini akan menyulitkan bagi yang memiliki mobilitas tinggi serta bergantung dengan ketersediaan internet. Mudah-mudahan Android nanti bisa “meniru” pola iOS yang bisa dipilah-pilah aplikasi apa saja yang bisa menggunakan data internet sehingga tidak perlu mematikan koneksi seluruhnya.

Semoga informasi di atas bisa membantu Anda memberantas iklan yang sangat menganggu. Akan tetapi, mohon diwhitelist juga aplikasi yang bermanfaat dengan iklan wajar (tidak menganggu), karena dari iklan lah pihak pengembang bisa terus memberikan yang gratis atau, jika ada versi pro (umumnya tanpa iklan), beli saja; Anda nyaman tanpa iklan, developer pun senang

 

Aplikasi Internet Of Things Indonesia Karya Anak Bangsa

Sejumlah startup teknologi di Indonesia juga mulai mengembangkan aplikasi dan layanan Internet Of Things (IoT), diantaranya yaitu :

Internet of things Indonesia cubeacon

Cubeacon yang memanfaatkan teknologi iBeacon sebagai sarana informasi maupun Startup asal Surabaya ini telah melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk menerapkan teknologi IoT dalam skala yang lebih besar.

eFishery, alat pemberi pakan ikan secara otomatis dan terjadwal dengan dosis yang pas dan dapat mencatat setiap pemberian pakan secara Hal ini memungkinkan kita melakukan monitoring dan menentukan kapan waktu waktu yang tepat dalam memberi makan. Saat ini, eFishery telah dilengkapi teknologi mobile device dimana alat ini dapat dikontrol dengan menggunakan gadget.  Continue reading